...Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan...
Monday, March 24, 2008
Lagu Motivasi Untuk Adik-adik
Pesan Abang
Adikku muda remaja
Awasi bila melangkah
Wajahmu manis bak bunga
Pasti ramai yang tergoda
Tidak dilarang kau bersuka
Asal tahu kan batasnya
Jangan sampai adik terlupa
Harapan dan cita-cita
( korus )
Ibu dan ayah
Menaruh harapan
Agar kau berjaya
Di hari kemudian
Bila tiba waktu petang
Dari sekolah kau pulang
Bergalas buku di pinggang
Siapa lihat pasti tertawan
Adik masih bersekolah
Awas segala dugaan
Adik kan ambil ambil periksa
Agar senang masa depan
Tumpukan perhatian dengan sepenuhnya
Serahkan selainnya kepada yang Esa
Bila adik telah berjaya
Abangkan turut gembira
Tapi andai sebaliknya
Jangan kau rasa kecewa
Sekali adik terkandas
Bukan untuk selamanya
Dihati sematkan pesan
Ingat abang tetap sayang
ILMU-RAST
Ilmu,
Asas untuk kita mencapai kejayaan,
Ilmu pentingnya bagai senjata di medan perang,
Untuk menempuh cabaran di masa hadapan,
Yang menjanjikan hidup bahagia pada kita semua,
Ibu, ku bawa bingkisan kejayaan untukmu,
Ayah, akan ku balas jasa-jasamu itu,
Pasti akan kutemu juga kejayaan itu,
Walau terpaksa merantau jauh dari dirimu,
Walau sukar, kutempuh jua.
C/O
Pepatah melayu pernah berkata,
Tidak kenal maka tidaklah cinta,
Oleh itu, cintailah ilmu,
Berusaha bersungguh-sungguh,
Marilah teruskan usaha,
Untuk kejayaan bersama,
Oh ilmu,
pastinya kutuntutmu hingga berjaya.
Pepatah melayu pernah berkata,
Tidak kenal maka tidaklah cinta,
Oleh itu, cintailah ilmu,
Berusaha bersungguh-sungguh,
Semoga kita beroleh,
Kejayaan yang kita impikan,
Oh Tuhan, hanyalah padamu kami berserah,
Oh Tuhan, hanyalah padamu kami berserah.
TITIAN KEJAYAAN-RAST
Mengejar kejayaan,
Mengharungi rintangan,
Dengan iringan doa restu,
Ayah serta ibu,
Ku menjejak ilmu...
Sedetik yang berlalu,
Impianku satu,
Gemilang diri, peribadi
Dengan ikrar janji,
Kata ditepati...
Kejayaan diimpikan
Usaha kita perlukan
Kejayaan, hasrat kita...
Kecemerlangan satu wawasan
Yakini diri tempuh cabaran
Bersama kita buktikan
Zaman berzaman teguh harapan
Semurni impi kita pastikan
Berjaya hingga akhirnya
Monday, March 10, 2008
Bingkisan Terkesan dari Zain Bhikha
Can’t Take It With You
Zain Bhikha, Dawud Wharnsby Ali & Abdul Malik Ahmad
Chorus
No You Can’t Take It with You When You Go
Oh No You Can’t Take It with You When You Go
Can’t Understand Why You Keep Holding On
Just Cos You Can’t Take It With you, No You Can’t Take It with You
Yes, You Can’t Take It with You When You Go,
Oh When You Go
Verse 1
I See You Pride Yourself In Your New Car
Chatting On Your Compact Nokia
And You Love Your Expensive Clothes
But You Can’t Take It With You When You Go,
Oh When You Go
Chorus
Verse 2
No You Can’t Take Your Big Screen TV
Nor your Variety Of DVDs
No You Can’t Take You Designer Shoes
Everything You Have, You Gonna Lose
Chorus
Verse 3
Cos there’s One Thing That Matters, When You Walking Down That Street
Is the Good and Bad You Sent Forth, In Your Book of Deeds
So Make Sure That You’re Ready, To Receive It in Your Right Hand
And Take Your Place among the Righteous Of Man
Chorus
Rap
You plan to be richer,you stash to be bigger.
But man get the picture, you can’t take it with ya.
Your cell phones, head phones, flat screens, ring tones,
Big homes, gemstones, power from big loans, collections of new shoes,
Connections of Bluetooth, vacations where you cruise the young ones go OOH!
You go shop for robots or gold watch or what not.
Your CDs of hip hop, your lap tops. Just STOP! & let go.
When you die say bye-bye. What is best is inside.
Fill the scale up with deeds so you best when you part,
Put the wealth in your hand; take it out of your heart.
Give thanks for the wealth that your Lord will bestow.
But no! That you can’t take it with you when you go.
Lay Down Your Head
( Zain Bhikha, Fakazi Ngwekazi (Nhlanhla),
Linda Gcwensa & Mfana Nxumalo)
Chorus
Lay down your head
And go to sleep
May you dream
Of gardens sweet
Close your eyes
And dream away
Of Allah’s gifts
To you this day
The sun that rose upon your head
As you lay within your bed
Green grass, blue skies and waters deep
Of this and more, dream in your sleep.
Chorus
The earth and all that it contains
With Allah’s blessing, He sustains
Remember this, my dear, in sleep
That Allah’s pleasure we must seek.
Chorus
Allah created all you see
The mountains, birds and humming bees
To Him we will return one day
So turn to Him again and pray.
Chorus
And as you drift off to sleep
In my heart your love I’ll keep
You are so special my dear.
Cause Allah brings our hearts so near.
Friday, March 07, 2008
Nostalgia Di Hujung Senja
*NOSTALGIA DI HUJUNG SENJA
Kutatap, kujabat, kudakap erat
Tubuh-tubuh berbalut kulit mengeriput
Memutih dari rambut ke janggut
Dapat kurasakan hangatnya setiakawan
Tiga dekad sepakat setekad
Bersama terhumban di padang karang
Tersadai diamuk badai
Ku tatap wajah-wajah teman lama
Ketika mata pudar berkisar mengitar dari meja ke meja
Terasa ada yang tiada
Kutanyakan khabar rakan-rakan seangkatan yang tak kelihatan
Si Suto dan Si Noyo, Si Awang dan Si Ujang
Si Dali dan Si Mamat
Katanya
Si Suto hilang tak tahu rimbanya
Si Noyo ghaib entah di mana nisannya
Si Awang sibuk mendulang wang
Mahu jadi jutawan gedongan
Pemilik dagangan bergudang-gudang
Si Mamat tak sempat
Terlalu penat kerja kuat, mahu jadi Yang Berhormat
Sudah empat kali lompat
Belum juga dapat
Mana Si Ujang
Yang dulu memencak-mencak membela keadilan?
Katanya: Si Ujang tak dapat datang
Kini dia berada di seberang
Jalan-jalan cari makan
Bagaimana dengan Si Embong?
Katanya, dia masih berkabung
Menangisi isterinya, Dewi Demokrati
Yang baru mati
Dibelasah hantu pangkah
Apa khabar Si Fatah?
Alhamdulillah, dia tidak berubah
Masih betah berusrah
Pejam dalam al-Fatihah
Celik kembali dengan waasri
Mana Si Dali
Orang kuat yang dulu mendapat pingat
Wira Sakti, Panglima Besi
Katanya, Si Dali uzur lagi
Kencing manis, darah tinggi
Saban minggu ke KBMC
Mana Si Wira?
Aku rindu bicaranya yang selalu menggetar jiwa
Katanya: setelah bersengketa dengan Mamak Bendahara
Si Wira pergi bertapa
di Gua Panjaraga
berguru di Hulu Sungai Bambu
Nanti Wira kan kembali
Dan pasti lebih sakti lagi ..
II
Detik-detik nostalgik
Memecah tawa-tangis printis
Yang lama membeku terbuku
Dalam kelu lidah sejarah
Kutatap wajah-wajah layu
Teman-teman lamaku: mahaguru dan KSU
Pembesar bergelar, figure tersohor
Ingin rasanya aku bertanya
Masihkah kau ingat asal-usulmu?
Anak kampung paling hulu
Merangkak ke gedung ilmu bernama M.U
Diiringi doa orang tua yang bangga
Dibebani harapan warga desa yang sengsara
Mahasiswa pemimpin hari muka
Cendekia dalam pustaka pujangga
Dewasa dalam gelora demo di jalan raya
Akdemia, semangat agama merbah anak desa
Menjadi elemen yang sedar dari masyarakat
Jurubicara umat, penyuara aspirasi rakyat
Kau bangkit bersama mahasiswa menggugat
Pengkhianat dan penjilat
Masih terasa perihnya prasangka, pedihnya telinga
Dituduh penderhaka
Anak muda tak kenang jasa
Mempersenda Bapak Merdeka
Peduli apa kata derhaka yang sudah lama hilang bisa
Sejak ternodanya makna
Menjadi senjata penguasa menindas jelata
Membangkang bukan menanggang
Mendebat bukan menjebat
Ingin rasanya kupinjam suara raksasa
Mendeklarasi derhaka versi kita
Derhaka kita jihad mulia
Dari setia menjadi hamba, biar derhaka demi merdeka
Dari setia seperti Haman, biar derhaka sebagai Musa
Kutatap wajah-wajah istiqamah
Tak tergoyah dek duit berkampit
Tak patah dek kenyit dan gamit si genit
Meski di sini banyak dera dan deritanya
Kita tetap setia
Warga bertaqwa bahagia di bumi derita
Tetapi mewah dengan barakah, meriah dengan ukhuwwah
Dari pita nostalgia memori pagi
Kini kita tiba di senja penuh hiba
Ketika ufuk senja memerah
Tanda mendekatnya saat berpisah
Aku resah dalam gelabah muhasabah
Setitik jasa, selaut dosa
Seakan kulihat malaikat mencatat
Kalimat-kalimat sinis menghiris
Dasar si dungu tak tahu malu
Modal amal sekepal, mengharap untung segunung
Usia senja, menjadi pesara
Bukan masa lega merdeka
Puas melepas, menghempas tugas yang digalas
Ia adalah masa cedera yang cemas
Sisa-sisa nafas di simpangan arah
Husnul-khatimah-suul-khatimah
Hari kita semakin senja
Segudang agenda tak terlaksana
Mengharap pewaris setia
Penerus cita-cita, penebus kecewa
Tapi, di mana mereka?
Ya Tuhan,
Dengarkan pinta hamba di hujung senja
Seperti dullu Kau perkenan doa Zakariya
Pengabdi tua meminta putera
Lalu Kau kurniakan Yahya
Sayyida, hasura, nabiyya
Ya Tuhan,
Berkenan kiranya mencurah kurnia
Seribu Yahya, sepetah Harun, segagah Musa
Menyanggah bedebah media pendusta
Mendaulat agama, memperkasa bangsa
Ibn Fadzil
DAR AL_HIKMAH 16042004
* Sajak ini telah dibacakan di Malam Kenangan Seperjuangan di Hotel Equatorial Resort, Bangi.
Friday, February 29, 2008
Motivasi ESQ
Kecerdasan Spiritual
Spiritual Era
Psikologi Asmaul Husna
Zero Mind Process
Tuesday, January 22, 2008
Saturday, December 29, 2007
Bersatulah.. demi sebuah kemakmuran..
-MIMPI-
Dari generasi ke generasi
Akan terus hidup dengan cita-cita dan harapan kita
Apa yang diperkatakan hari ini
Terhitung mengikut usia kita
*Telah datang kegelapan malam
Yang menjauhkan siang hari
Sesungguhnya kemampuan cahaya itu
Untuk sampai sejauh-jauhnya
**Inilah cita-cita kami
Sepanjang usia kami
Setiap kita bersatu dan bantu-membantu
Impian ini bukan suatu yang mustahil
Untuk dijadikan satu kenyataan
Sekalipun malam itu panjang
Subuh pasti akan tiba
Berusahalah seberapa dayamu
Walau tak tercapai semuanya habuan pasti ada
Cabaran dan berusahalah untuk mencapai
Walaupun usahamu sekadar untuk kemuliaan
* & **(Corus)
Kenalilah pemimpin di zaman kamu
Yang berusaha meninggikan kedudukan mereka
Bukalah mata dan sedarkan diri
Lihatlah siapa yang datang selepas mereka
Dunia bagai mencabar dan memberontak
Ketahuilah yang akan kekal hanya yang berani
Perjalanan beribu batu
Bermula dengan langkah yang pertama
* & **(Corus)
Kami perlukan keadilan dan kekuatan
Kerana ia mampu menjagamu
Demi umurku dengan perkataan dan rintihanku
Menjadi tanggungjawabku mengembalikan tanah airku
Cinta yang membara menjadi tercabar
Melihat si bangsawan dengan kegembiraan
Kembali dan membentuk dunia
Sedangkan anak Palestin merejam dan melastik dengan batu
* & **(Corus)
Dimana jua di atas muka bumi ini
Yang bertutur bahasa Arab
Dalam nada suara yang tinggi dan degupan jantung
Kami menyeru dengan adanya penyatuan
Anak-anak kami di merata tempat
Merekalah cahaya anak bangsa
Kebenaran, kecintaan dan kebaikkan
Adalah matlamat kami sepanjang masa
* & **(Corus)
Bertemu kita menyanyi dan mengucapkan
Seni ini akan menjadi penyelamat
Dalam kesedihan kita membina keriangan
Dari jalan kehidupan yang telah tersasar
Ucapan yang benar dalam nyanyian
Sekelip mata menjadi berat dan mencabar
Ia datang selepas beberapa tahun
Pemimpin yang yang cuba mengubah dunia
* & **(Corus)
Biarkanlah impian menjadi kenyataan
Dan hitungkan waktu yang sebenar-benarnya
Setiap lorong-lorong yang tertutup
Bagai pintu yang membuka rasa kecintaan
Dan nyanyian yang menghilangkan sempadan
Dan tanah airku adalah jantung hatiku
Selagi hidup kami akan terus menyanyi
Dan selagi terdaya kami akan terus menyintai
* & **(Corus)
Cinta bukanlah hanya untuk dilafazkan
Tetapi untuk bertindak dan mengalaminya
Jadilah sebagai bintang penanda
Yang menjadi petunjuk perjalanan manusia
Cita-cita kami setiap masa
Ialah penyatuan setiap Negara
Nescaya lenyaplah setiap perbalahan
Dan lengkaplah kamu sebagai insan
* & **(Corus)
Kau cuba membentuk tanah airmu di negeri asing
Dimanakah bukti apa yang kau rancangkan
Nyanyikanlah untuk semua orang dan sahabat
Kamu akan dapati indahnya alam ini
Dalam pelbagai bahasa di dunia ini
Dapat disingkatkan masa setahun menjadi sesaat
Sebagaimana burung mampu berterbangan
Kamu juga mampu mendendangkan lagu
* & **(Corus)
Kami harap cita-cita akan jadi kenyataan
Dan dapatlah diubah apa yang berlaku
Alangkah banyaknya kebenaran yang muncul
Dan mereka katakana semua itu gila
* & **(Corus)
Pokok bermula dari benih
Kisah bermula dari pemikiran
Selama ini kita simpati dalam berkhayal
Kini marilah kita mulakan langkah yang pertama
*Telah datang kegelapan malam
Yang menjauhkan siang hari
Sesungguhnya kemampuan cahaya itu
Untuk sampai sejauh-jauhnya
**Inilah cita-cita kami
Sepanjang usia kami
Setiap kita bersatu dan bantu-membantu
Apakah natijah tragedi ini..?
Tuesday, July 17, 2007
Bersabarlah..

Dalam derita ada bahagia
Dalam gembira mungkin terselit duka
Tak siapa tahu
Tak siapa pinta ujian bertamu
Bibir mudah mengucap sabar
Tapi hatilah yang remuk menderita
Insan memandang
Mempunyai berbagai tafsiran
Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya
Harus ada rasa bersyukur
Di setiap kali ujian menjelma
Itu jelasnya membuktikan
Allah mengasihimu setiap masa
Diuji tahap keimanan
Sedangkan ramai terbiar dilalaikan
Hanya yang terpilih sahaja
Antara berjuta mendapat rahmatNya
Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala takdir
Terimalah dengan hati yang terbuka
Walau terseksa ada hikmahnya
Allah rindu mendengarkan
Rintihanmu berpanjangan
Bersyukurlah dan tabahlah menghadapi
Segala ujian diberi
Maka bersyukurlah selalu
Tuesday, May 29, 2007
Diam itu emas


- Diam dari perkataan dusta
- Diam dari perkataan sia-sia
- Diam dari komentar spontan dan kasar
- Diam dari kata yang berlebihan
- Diam dari keluh kesah
- Diam dari niat riak dan ujub
- Diam dari kata yang menyakiti
- Diam dari berpura-pura tahu dan pintar
Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa dengan berkata benar atau diam. Semoga juga Allah reda hingga keakhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk menghantar pemergian roh kita dengan sebaik-baik perkataan iaitu kalimat tauhid "laa ilaha illallah" puncak perkataan yang menghantarkan ke syurga.
Thursday, May 24, 2007
Pendidik Insan
Kami guru Malaysia
Pada Seri Paduka
Amanah yang diberi
(Lagu & Lirik : Hashim Ahmad)
Lagu yang pastinya membangkitkan semangat pendidik di tanah air kita. Yang dilagukan saban tahun pada tanggal 16 Mei.
Video di atas mungkin nampak tidak sesuai dengan kerjaya seorang guru.. walaubagaimanapun itu sahaja yang ada dan sesuai sedikit, yang dapat ku kongsikan. Hayatilah secara positif yer sahabat-sahabat :)
Cuba hayati bait-bait kalimah yang tersusun dalam lirik lagu ‘Guru Malaysia’. Ia memberi makna yang besar bagi mereka yang merasakan mereka adalah guru atau pendidik. Aku pernah menyaksikan guruku mengalirkan air mata ketika menyanyikan lagu keramat pendidik ni. Kini aku juga merasakan tempiasnya secara tidak langsung.
Lirik lagu ini secara tidak langsung menjadi ikrar dan janji para pendidik untuk membentuk anak bangsa dan membantu dalam pembangunan Negara. Siapa pun kita hari ini, apa pun kepercayaan dan prinsip diri kita hari ini, Apa pun sumbangan kita pada keluarga, agama, bangsa dan negara pada hari ini, tetap beralaskan ilmu yang kita tangguk dari guru-guru kita... iyalah, seperti yang terkandung dalam sajak Allahyarham Usman Awang:-
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang Ulama yang mulia
Jika hari ini seorang Peguam menang bicara
Jika hari ini seorang Penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis baca
Tengok pula lihat pula pada rangkap akhir yang seolah meperlihatkan besarnya amanah seorang guru atau pendidik ini,
Bagiku kalimah ‘guru’ tidak hanya bagi guru-guru peringkat sekolah, malah lebih relaven bagi semua pendidik yang mengajar dan mendidik anak bangsa dari semua peringkat. Waima dari peringkat ‘nursery’ atau taska hinggalah ke peringkat pengajian tinggi. Walau gelaran mereka mungkin berbeza namun jasa mereka tetap dalam kumpulan pendidik.. Maka tidak salah kiranya kita ucapkan 'selamat hari guru' pada para pensyarah kita atau pengasuh ‘nursery’ kita (pada mereka yang pernah diasuh di nursery)..
Pendidik, emm... sebenarnya besar skopnya.
- Ibu dan bapa kita juga pendidik, tapi mandat mereka lebih tinggi dari seorang guru.
- Pakar motivasi, Penceramah bebas dan fasilitator juga pendidik dalam konteks membangkitkan kesedaran dan membimbing.
- Kakak atau abang yang banyak membimbing dan menasihat juga pendidik muda.
- Siapa sahaja yang mendidik, membimbing dan menasihat kita menjadi insan berilmu dan bermoral juga pendidik
- Kejadian alam juga adalah medium pendidikan bagi yang mahu memerhati dan berfikir falsafah disebalik kejadian alam, kerana alam juga adalah sebahagian dari medium didikan dari Pencipta khas untuk kita.
Kepada guru-guru ku, aku layangkan puisi tulisan Usman Awang yang mekar sepanjang zaman, buat penghias hari-hari kalian, SELAMAT HARI GURU :
BERBURU ke padang datar
Tuesday, May 22, 2007
Nukilan Hati : Antara Pena & Tinta
Tanpa kawalan kuasa tangan
Membiarkan tangan mengikut lengguk pena
Tanpa memikir apa yang bakal terlukis
Indahkan natijah tinta itu
Akan jelekkah lakaran tinta itu
Atau akan beri ertikah lakaran itu
Hanya satu warna yang tercalit
Hanya garisan yang dicarik bertindih
Hanya memenuhkan kertas yang putih
Dengan cairan tinta tanpa erti
Hanya mengikut citra rasa pena
Hanya sendiri tanpa bersandar pada kuasa tangan dan minda
Kemanakah hilang ertinya
Kemanakah hilang sandaran akalnya
Kemanakah hilang panduan nuraninya
Kemanakah hilang sasarannya
Apakah nilai cakaran abstrak
Sedangkan yang melakar sendiri tidak mengerti
Apa yang terlakar oleh tangan yang memegang pena
Pena yang bertingkah mengalir tinta
Apakah ada nilainya
Atau akhir nanti
Lakaran pada kertas putih nan suci itu
Terbuang dibakul sampah sahaja
Anadai pena itu insan
Andai cairan tinta itu laluan kehidupan
Andai kertas itu dunia

Nukilan Hati,
Az-zirah
10 Mei 2007
Tuesday, April 24, 2007
24 @ 24 April 2007
Hari ini dalam sejarah kehidupanku.
Hari ini ia datang, esokku tinggalkan.
Tanggal 24 APRIL 2007 menjadi saksi usiaku menginjak angka 24 tahun kehidupan dunia,
mengatur langkah di dunia fana' ini mendamba kasih dan rahmat lllahi.
Saturday, March 24, 2007
Bukti kewujudan Tuhan (Pencipta Agung) ?
Adakah anda masih tercari-cari kebenaran dari segala yang benar?
Kekeliruan masih melingkar dijiwa?
Masih ada rasa ragu-ragu tentang kewujudan Pencipta Alam dan Manusia?
Masih kurang percaya pada kandungan Al-Quran dan Hadis?
Masih tercari-cari buktinya yang lebih jelas?
Bagaimana? Betulkah? Sejauh mana kebenaran itu?........adalah persoalan yang masih bermain-main dalam fikiran?
Sahabat, anda dijemput menjengah Kebenaran atas Kebenaran..
Renung-renungkanlah dan berfikir sedalamnya...
"Tidak semua yang menolak kebenaran itu tidak tahu, apa yang ditolak itu adalah sebenarnya benar" - HAMKA
Thursday, March 15, 2007
Istimewanya Wanita
Salam sejahtera buat sahabat-sahabat yang sudi meluangkan masa membaca blog ini. Ada satu berita gembira yang ingin dikongsi bersama sahabat-sahabat terutamanya yang dilahirkan kedunia sebagai seorang perempuan / wanita. Wanita itu diciptakan dengan keistimewaan tersendiri.
Nak tau....Bertuahnya wanita yang diciptakan mempunyai rahim. Sungguh setiap kejadian ada hikmahnya. Seorang wanita yang mempunyai rahim ini umpama bekerja dengan Allah sebagai penyubur zuriat ‘manusia’. Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh… 7 hingga 15 hari sebulan, pada waktu itu dia tidak wajib senbahyang tetapi Allah anggap waktu itu adalah waktu sembahyang terbaik daripada seseorang wanita itu.
Setelah sah bergelar isteri pada suami tercinta, tibalah saatnya membuktikan keupayaan wanita iaitu mengandung dan melahirkan. Cuti bersalin pula hingga 60 hari. Cuti ini bukan cuti suka hati. Tiadanya bayaran untuk mc, malah Allah beri sebab wanita bekerja dengan Allah. Bersabar menempuh dugaan ketika mengandung dan melahirkan. Itulah istimewanya wanita. Bagi kaum lelaki tiada cuti bagi mereka. Sembahyang wajib bagi mereka dari baligh sehingga ke akhir usianya. Kerana mereka adalah ketua keluarga yang perlu dicontohi.
Satu lagi berita gembira untuk wanita. Sepanjang tempoh wanita mengandungkan zuriatnya Allah sentiasa mengampunkan dosanya. Apabila lahir sahaja bayi yang dikandung, habis seluruh dosanya gugur dan diampunkan dosa lalu. Inilah nikmat yang Allah beri kepada mu wanita… Jadi jangan rasa menyesal kerna dilahirkan sebagai wanita dan janganlah takut untuk mengandung dan melahirkan. Bertapa Allah tinggikan martabat wanita dalam islam.
Untuk peringatan apabila wanita telah bersuami. Syurga dijanjikan Allah bagi para isteri yang mentaati dan menyenangkan hati suaminya, mudah bukan?….seluruh kebaikkan suaminya pahalanya turut dirasai oleh si isteri tetapi dosa suami ditanggung sendiri oleh para suami. Namun di akhirat nanti jika perjalanan suami ke syurga terhalang oleh dosa-dosanya, isteri boleh memberikan pahala ‘extranya’ untuk sama-sama melangkah kesyurga disamping suami tersayang. Namun Wanita yang derhaka pada suaminya tidak sekali merasai nikmat ini.
Lihatlah wahai wanita bertapa beruntungnya dirimu di bawah lembayung islam. Selagi kau mengikut syariat agama islam juga menjaga maruah dan kehormatanmu. Sesungguhnya wanita mudah mendakap syurga, namun perlu diingat, bahawa wanita juga mudah ke neraka jika tersasar langkahnya dari landasan islam….
Gerhana Bulan Penuh 4 Mac 2007
Subahanallah...
kejadian gerhana bukan mudah untuk kita perhatikan.. dalam setiap peristiwa gerhana tidak semua penduduk bumi berpeluang menikmatinya..
Masih segar dalam ingatan ini kali pertama dan terakhir melihat gerhana matahari penuh, ketika itu aku masih di sekolah rendah. Kami semua keluar kelas menghayati keindahahan ciptaan Tuhan yang tidak terungkap dengan kata-kata. Guru melarang kami melihat secara terus, maka kami memerhati kejadian gerhana itu melalui plastik filem, melalui takungan air dan pada yang kreatif, mereka melipat plastik pembalut hamper yang berwarna gelap untuk memerhati kejadian gerhana tu. Selepas daripada itu, aku sempat melihat gerhana bulan bila dapat informasi awal,jika tidak silap perkiraan ketika itu aku di sekolah menengah. Berita tentang kejadian gerhana dan lintasan plenet seterusnya tetap ku nanti dan aku ikuti melalui media sahaja. Minat ku pada dunia astronomi ini telah lama terpendam, namun diri ini perlu utamakan apa yang utama..
Masih teringat pada satu malam ketika pameran astronomi di kampus, ketika itu di dataran kawat, orang ramai mencerap planet dan bintang dengan teropong masing-masing, sorang student astronomi datang dan terangkan macam-macam informasi tentang bintang dan planet, dia berikan jadual bintang, dia ajarkan bagaimana mengetahui arah kiblat dari arah bintang, tentang jula-juli bintang tujuh, sifat-sifat dan nama bintang.. sungguh aku teruja ketika tu, dalam gelap berbekal lampu suluh, banyak informasi baru dipelajari. Syukur, kami ditakdirkan bertemu pada malam sebelum itu di hostel secara tidak sengaja setelah berbual secara ringkas dia mempelawa untuk menyertai kumpulannya mencerap di dataran itu. Dalam hati tak henti-henti memuji dengan rasa kagum dengan ciptaan Pencipta Maya. Kehebatan Dia mengatur perjalanan bintang-bintang, plenet, galaksi dan seisi angkasaraya yang penuh keajaiban dan juga mengatur setiap pertemuan yang bererti.
Kejadian gerhana paling baru adalah kejadian gerhana bulan penuh seperti video slide di atas, jika di Malaysia kejadian ini berlaku pada 4 Mac 2007. Nak tau lebih lanjut cuba lihat di portal ini
http://www.falak-online.net/myportal/
atau yang ini
http://www.geocities.com/bruastronomy/welcome.htm
atau melalui sumber lain yang berkaitan.
Secara ringkas tentang kejadian gerhana. Umumnya terdapat dua jenis gerhana iaitu gerhana bulan dan gerhana matahari.
Gerhana bulan berlaku apabila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan .Bumi akan melindungi Bulan daripada menerima cahaya Matahari dan bayang Bumi akan jatuh ke atas permukaan Bulan . Maka, Bulan tidak kelihatan bercahaya di langit selama beberapa ketika.

Manakala gerhana matahari berlaku apabila Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Bulan akan melindungi Bumi daripada menerima cahaya Matahari.Bayang Bulan akan jatuh ke atas permukaan Bumi. Maka,Bumi akan mengalami kegelapan selama beberapa ketika


Gerhana bulan dan matahari ini mempunyai 2 peringkat iaitu umbra (bayang lengkap) dan penumbra (bayang separa lengkap).
Sambil-sambil ini mari kita menyelusuri kembali antara terjemahan kalimah Allah dalam kitab sucinya yang menjadi panduan sepanjang zaman tentang langit, bintang-bintang dan seisi angkasaraya:
Dimulai dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
"segala yang ada di langit dan di bumi sentiasa mengucap tasbih kepada Allah Yang maha Menguasai (sekalian alam) Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana" (Al-Jumu'ah:1)
"Segala yang berada di langit dan bumi tetap mengucap tasbih kepada Allah. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dia sahajalah yang menguasai dan memiliki langit dan bumi. Dia menghidupkan dan Mematikan. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dialah Yang maha Mengetahui segala sesuatu. Dialah yang telah mencipta langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam (sesuai dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya) di atas 'Arasy; Dia mengetahui apa yang masuk ke bumi serta apa yang keluar daripadanya; dan apa yang diturunkan dari langit serta apa yang naik padanya; dan dia tetap bersama-sama kamu di mana sahaja kamu berada, dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dia sahaja yang menguasai dan memiliki langit dan bumi; dan kepada Allah jualah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan waktu malam kedalam waktu siang, dan memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam (silih berganti); dan Dialah yang Maha Mengetahui akan segala (isi hati) yang terkandung di dalam dada." (Surah Al-Hadid:1-6)
"Demi langit yang datang pada malam hari; apakah engkau mengetahui apa yang datang pada malam hari itu? (iaitu) bintang dan sinaran cahayanya menembusi (kegelapan malam). Sesungguhnya setiap jiwa mempunyai penjaganya. Maka hendaklah manusia memikirkan; daripada apakah dia diciptakan? "(Al-Tariq:1-5)
"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat (dengan bumi)dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat rejaman terhadap syaitan-syaitan serta Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menjulang-julang apinya:" (Al-Mulk:5)
"Satu bukti lagi untuk mereka (berfikir) ialah malam. Kami hilangkan siang daripadanya, maka dengan serta-merta mereka berada di dalam kegelapan; (antara bukti-bukti juga ialah) Matahari yang beredar di orbitnya, itu adalah takdir Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui; Bulan pula Kami takdirkan dia beredar melalui beberapa manzilah (fasa), sehingga di akhir peredarannya ia kembali seperti tandan yang kering (berbentuk melengkung menurut pandangan mata). (dengan ketentuan demikian), matahari tidak mungkin mengejar bulan, dan malam pula tidak dapat mendahului siang. Tiap-tiap satunya beredar di orbit masing-masing." (Yasin:37-40)
Subahanallah.. semoga kita mendapat pengajaran dari kalimah-kalimah karamah Pencipta maya, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu di langit mahupun dibumi...
Tuesday, March 13, 2007
Antara cinta dan Persahabatan

Antara Cinta dan Persahabatan
andainya aku diberi pilihan untuk memilih keduanya
akan ku pilih kedua-duanya
kerana bagi diriku ia sama beerti dan bernilai dalam hidupku
Cinta
satu ungkapan yang belum pasti keindahannya
kerana disebalik keindahan cinta itu
tersirat seribu kepahitan
pastinya merentap kedamaian jiwa
seorang pecinta setia
tatkala ikatan diundang kekecewaan
Namun
ia tetap betah mengundang setiap jiwa yang punyai perasaan
hakikat yang tersimpan disebalik anugerah ini
tidak terungkai dengan bicara di bibir
tidak tergambar dengan lakonan
begitu syahdunya anugerah kurniaan Illahi
dari hati seorang insan
berakal, beremosi, penyayang dan berperasaan
Persahabatan
satu ikatan yang lahir dari hati
keinginan yang ikhlas bagi berkongsi
tangis, tawa, kasih serta keakraban
sesungguhnya sahabat adalah tempat berbicara setulusnya
tentang impian dan pengertian hidup ini
Persahabatan yang murni dan suci
adalah sesuatu hubungan
yang disulami dengan benang kejujuran
yang diwarnai keikhlasan
yang dicurahi dengan kasih sayang sejati
kiranya menjadi gunting dalam lipatan
runtuhlah tembok keluhuran sebuah persahabatan
Teman yang budiman
mengertilah maksudku ini
sesungguhnya ia apa yang tersimpul
di hati kecilku
sejak perkenalan kita
kita bina tugu persahabatan
yang dipagari besi kedewasaan
yang teguh berdiri megah
di laman hati kita
tak tumbang dek rintangan
hanya satu pintaku
agar dikau sentiasa mengingati diriku..
(Petikan dari sumber, Internet)
Saturday, February 24, 2007
Kata-kata hati..
I get a notion from the look in your eyes...
You've built a love but that love falls apart
Your little piece of heaven turns to dark
Listen to your heart when he's calling for you
Listen to your heart
There's nothing else you can do
I don't know where you're going, and I don't know why
But listen to your heart
Before you tell him goodbye
Sometimes you wonder if this fight is worth while
The precious moments are all lost in the tide...
They're swept away and nothing is what it seems
The feeling of belonging to your dreams (to your dreams)
Listen to your heart when he's calling for you
Listen to your heart
There's nothing else you can do
I don't know where you're going, and I don't know why
But listen to your heart
Before you tell him goodbye
And there are voices, that want to be heard
So much to mention but you can't find the words
The scent of magic, the beauty that’s been
When love was wilder than the wind
Listen to your heart when he's calling for you
Listen to your heart
There’s nothing else you can do
I don't know where you're going, and i don’t know why
But listen to your heart before
you tell him goodbye
Listen to your heart
I don’t know where your going and i don’t know why
But listen to your heart
Before you tell him goodbye
Listen To Your Heart- D.H.T
minta hati mendengar kata iman atau iman mendengar kata hati?
Hati tidak mampu dibohongi tapi hati itu mampu dipimpini..
kalau ikut hati janjinya mati
kalau ikut nafsu janjinya lesu
kalau ikut kata janjinya binasa
kalau ikut iman janjinya aman
kalau iman jadi taruhan
janji dihati tersimpul mati
kalau iman jadi pegangan
janji dihati jadi sempadan
pandangan hati jadi hakiki
bila hati disemai iman
iman itu perisai jiwa
jiwa tenteram mendamba kasih
kasih didamba kasih Illahi
kasih Illahi kasih Abadi
memberi sinar hati yang malap
menujah sinar seluruh maya
kata ini biar diingat
biar diingat hingga kemati...
Bicara hati,
az-zirah
24 February 2007
Wednesday, January 10, 2007
Nukilan Hati : Aku Ingin Pulang
dalam perjalanan yang panjang dan melelahkan
Mencari identity ynag tiba-tiba hilang dalam ramai
Luarnya tersenyum indah menggamit rasa
Namun didalam menangis mencari arah
Dimanakah Jalan keluarku
Keluarkan aku dari badai gelombang ini
Aku tahu aku tak sepatut terdampar disini
Aku tahu aku tidak patut berlari-lari disini
Namun aku tidak tahu jalan tujuannku
Dimanakah ia Jalan keluar untukku
Di manakah aku?
Tempat ini kosong
Tempat ini gelap
Tempat ini tiada makna
Tempat ini tidak mendamaikan jiwa
Walau tempat ini ramai penghuni
Namun tiada yang melihat
Aku sunyi
Aku takut
Aku bagai layang yang putus talinya di Sini
Aku ingin keluar dari dunia ini
Aku hilang seketika dari dunia sebenarku
Aku tercampak disini
Aku bersendirian
Aku ingin pulang
Tuhan pimpini aku
Tuhan kembalikan aku ke asalku
Yang penuh kedamaian
Yang penuh pengertian
Yang mengikut arus fitrahmu
Tuhan aku ingin kembali pada Mu
Tuhan selamatkan aku
Aku tahu aku tidak seharusnya di sini
Aku sesat seketika dalam hiruk pikuk fana'
Aku tersesat seketika tika aku terleka
Aku ingin pulang
Tuhan pimpinilah aku untuk pulang…
Pulang berada dalam dakapan Mu..
Nukilan Hati,
Az-zirah
6 April 2007: 16.30
Berkorban Demi Cinta-Hijjaz
Tuesday, January 09, 2007
Apa yang kita mahu jarang kita dapat..
Dengan kalimah BIsmillah aku mulakan coretan tintaku hari ini, mengukir cerita untuk renungan bersama. aku insan yang sedang belajar dan masih mencari apa yang aku cari, hanya DIA yang tahu pencarianku yang bukan mudah orang seperti aku perolehi....dalam pencarian ini, tidak salah kiranya aku kongsikan sesuatu untuk renungan kita bersama.. untuk diriku dan sahabat yang sudi berkongsi cerita denganku.
"Apa yang kita mahu jarang kita dapat, apa yang kita dapat jarang kita duga"
emmm..kata-kata ini ada ada kalanya tepat mengena dan ada kalanya adalah sebaliknya (.."apa yang kita mahu selalu kita dapat, apa yang kita dapat selalu kita duga"..haha). Namun jika kita renung-renungkan disetiap apa yang terjadi ada hikmah dan motivasinya yang terkandung. Ia didikan untuk kita dari pencipta..
Bagi aku, kemahuan kita selalu mendorong cita-cita dan cita-cita selalu menjadi pembakar semangat untuk kita capai kemahuan atau impian yang dicita-citakan.. dalam bercita-cita kita selalu memasang angan-angan, kata orang tua-tua angan-angan tidak kemana, seperti angannya Mat Jenin.. namun bagi diriku sebenarnya angan-angan adalah langkah pertama dalam meneroka impian yang dicita-citakan.. angan-angan akan mencipta atau mengimiginasikan keadaan ketika cita-cita terlaksana. imiginasi inilah yang akan menanamkan gambaran dalam pemikiran yang boleh ditukar kepada titik fokus matlamat hidup kita.. apabila gambaran kejayaan atau matlamat impian yang telah terfokus maka tindakkan kita juga akan terfokus atas landasan menuju matlamat.. dan pada ketika inilah kita mula tidak pandang pada apa jua halangan dan rintangan yang sedia menanti, kerana kita dapat lihat jelas gambaran kejayaan yang sedang menanti dihadapan.. biarpun jatuh dan bercalar namun sakitnya seolah tidak terasa... perjalanan tetap diteruskan. (idea ini aku cedok sedikit dari pensyarahku yang juga seorang mentorku)
Namun, ketika tindakkan kita terfokus mengarah pada matlamat, kita harus sedar akan bisikan syaitan dan anasir jahat sesekali tetap kan terlepas dan menggangu fokus kita. ketika inilah kita perlukan perisai diri dari anasir jahat ini.. tapi di mana kita nak dapat kan perisai nie kan???...
Bertitik tolak dari hal ini, maka perlulah kita mendapatkan formula dan ramuan membuat perisai diri dan kita adunkan dalam makmal diri kita yang bersifat "insan" ini.. ada banyak formula namun aku suka jika formula yang ini digunakan iaitu (Iu + In + Al + Mh = PD),
dengan andaian bahawa :-
Iu adalah ILMU; bekalkan diri dengan ilmu dan kegunaanya, tidak cukup dengan ilmu dunia semata namun jua dengan ilmu akhirat destinasi pasti. carilah ilmu-ilmu yang boleh menetapkan hati dan pegangan diri dalam menugkah gelombang fana' dunia dan ilmu yang punya nilai tambahan yang memudahkan perjalanan kita.
In adalah Iman; pancangkan tauhid kepada Pencipta kita Allah SWT, pada Muhammad SAW pemberi syafaat diakhirat nanti, Hayati makna rukun yang 5 dan yang 6, baiki hubungan dengan DIA, hubungan dengan Alam dan hubungan dengan manusia.
Al adalah Amal; amalkan perkara mudah ini, "buat apa yang disarankan dan tinggalkan apa yang ditegah". amalkan akhlak yang baik dan pegang erat pada senjata berkuasa tinggi yang bernama DOA.
Mh adalah muhasabah @ menilai diri; ambilah sedikit masa untuk kita renungkan kembali amalan atau aktiviti yang kita lakukan. ukur dengan garis panduan yang ada, selepas itu ambil yang baik, tambah apa yang tidak cukup dan jangan lagi diulang apa yang tersilap. jangan lupa bisikkan kata-kata yang boleh "recharge" motivasi diri.
dan PD adalah Perisai Diri; ia adalah ruh yang subur mendarah daging dalam diri, yang punya kekuatan menentang anasir negatif yang nyata atau tersembunyi, yang punya "prinsip" kukuh yang tidak mudah dipatah atau diinjak.
Ha, itulah formula adunan untuk membuat perisai diri. tidak dinafikan kadang-kala dalam mengadun formula ini akan ada sedikit ralat untuk membuat perisai yang kukuh namun pandai-pandailah kita imbangkan agar formula ini menampakkan hasil yang baik walaupun bukan hasil yang paling sempurna. Iyalah perisai diri ini pun ada beberapa peringkat kualitinya. namun kita cuba buat yang terbaik untuk diri kita.
berbalik kepada cerita kita tentang mencapai apa yang kita mahu atau matlamat atau impian.. Dengan segala usaha, kita akhirnya ditakdirkan kecapi kemanisan impian yang menjadi nyata. berkali-kali kita ucapkan kesyukuran pada DIA yang memudahkan perjalanan kita. Namun, tidak semua impian manusia akan terlaksana semudah itu, kadang kala kita rasa kita sudah sampai pada destinasi matlamat atau impian namun puncaknya tidak seindah yang dibayangkan.. ..jangan kecewa, bisikkan pada diri bahawa ada hikmah sebaliknya yang ingin tunjukkan oleh Yang Maha Mengetahui. Tingkatkan kesabaran dan muhasabah diri dan terus berusaha. Jika apa yang kita impikan tidak dapat hari ini, mungkin dapat esok, jika tidak esok mungkin pada masa akan datang. Ia pasti tercapai sekiranya kita berusaha,
emmmm...sebagai analogi, andaikan dalam kita harapkan sinar ceria sang mentari namun, yang datang adalah mendung dan hujan, diuji pula dengan dentuman petir dan kilat, maka segaralah kita bisikkan pada nurani.. "ingatlah nuraniku bahawa fitrah hujan tidak berpanjangan", ... benar hujan akan berhenti dan ketika itu lah mentari akan tersenyum pada kita dengan sinar cerianya dan kita tidak pula menjangka ketika itu sang pelangi indah juga turut hadir tersenyum ceria pada kita.. emm.. patutlah impian kita lambat tercapai rupanya Tuhan ingin hadiahkan sesuatu yang lebih hebat dari apa yang kita cita-citakan.. sesungguhnya kesenangan yang datang selepas kesusahan, segalanya adalah nikmat dari Tuhan..
..dan sahabat berakhirlah ceritaku sebagai "penjentik minda" buat diriku dan renungan untuk kita bersama... betulkan aku andai ada khilafnya.. Allahu A'lam.. :)
Friday, December 29, 2006
Allah tahu semuanya tentang kita
Allah Knows
When you feel all alone in this world
And there’s nobody to count your tears
Just remember, no matter where you are
Allah knows
Allah knows
When you carrying a monster load
And you wonder how far you can go
With every step on that road that you take
Allah knows
Allah knows
CHORUS
No matter what, inside or out
There’s one thing of which there’s no doubt
Allah knows
Allah knows
And whatever lies in the heavens and the earth
Every star in this whole universe
Allah knows
Allah knows
When you find that special someone
Feel your whole life has barely begun
You can walk on the moon, shout it to everyone
Allah knows
Allah knows
When you gaze with love in your eyes
Catch a glimpse of paradise
And you see your child take the first breath of life
Allah knows
Allah knows
CHORUS
When you lose someone close to your heart
See your whole world fall apart
And you try to go on but it seems so hard
Allah knows
Allah knows
You see we all have a path to choose
Through the valleys and hills we go
With the ups and the downs, never fret never frown
Allah knows
Allah knows
CHORUS (x2)
BRIDGE:
Every grain of sand,
In every desert land, He knows.
Every shade of palm,
Every closed hand, He knows.
Every sparkling tear,
On every eyelash, He knows.
Every thought I have,
And every word I share, He knows.
Allah knows.
An Apple Tree
A long time ago, there was a huge apple tree. A little boy loved
to come and play around it everyday. He climbed to the tree top, ate the apples, took a nap under the shadow...
He loved the tree and the tree loved to play with him. Time went
by... the little boy had grown up and he no longer played around the tree everyday.
One day, the boy came back to the tree and he looked sad. "Come and play with me," the tree asked the boy.
"I am no longer a kid, I don't play around trees anymore." The boy
replied, "I want toys. I need money to buy them."
"Sorry, but I don't have money... but you can pick all my apples and
sell them. So, you will have money."
The boy was so excited. He grabbed all the apples on the tree and
left happily. The boy never came back after he picked the apples. The tree was sad.
One day, the boy returned and the tree was so excited. "Come and play with me!" the tree said.
"I don't have time to play. I have to work for my family. We need a
house for shelter. Can you help me?"
"Sorry, but I don't have a house. But you can chop off my branches
to build your house." So the boy cut all the branches of the tree and left happily.
The tree was glad to see him happy but the boy never came back since then.
The tree was again lonely and sad.
One hot summer day, the boy returned and the tree was delighted.
"Come and play with me!" the tree said.
"I am sad and getting old. I want to go sailing to relax myself. Can
you give me a boat?"
"Use my trunk to build your boat. You can sail far away and be
happy."
So the boy cut the tree trunk to make a boat. He went sailing and
never showed up for a long time.
Finally, the boy returned after he left for so many years.
"Sorry, my boy. But I don't have anything for you anymore. No more apples for you... " the tree said.
"I don't have teeth to bite." the boy replied.
"No more trunk for you to climb on."
"I am too old for that now." the boy said.
"I really can't give you anything ... the only thing left is my dying roots." the tree said with tears.
"I don't need much now, just a place to rest. I am tired after all
these years." the boy replied.
"Good! Old tree roots is the best place to lean on and rest. Come,
Come sit down with me and rest."
The boy sat down and the tree was glad and smiled with tears.......
This is a story of everyone. The tree is our parents.
When we were young, we loved to play with Mom and Dad...
When we grown up, we left them...only came to them when we need something or when we are in trouble.
No matter what, parents will always be there and give everything
they could to make you happy. You may think the boy is cruel to the
tree but that's how all of us are treating our parents, or are we not?
(article source from internet)
just think about it,
take time to think, its source of power...
take time to share, its source of wisdom..